Example of Category Blog layout (FAQs/General category)

MISTERI OTAK DAN JIWA MANUSIA

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Monday, 11 May 2009 14:53 Written by Administrator Thursday, 07 August 2008 16:30

OTAK MANUSIA
Otak manusia bentuknya sangat kecil dibanding kepala manusia tetapi memiliki fungsi yang sangat luar biasa. Otak manusia adalah jaringan lunak dalam tubuh manusia yang memiliki berat kurang lebih 0,5 kg, yang berisi kurang lebih 100 milyar sel yang tersusun dengan sangat canggih yang berfungsi sebagai pusat pengendali aktivitas manusia , mulai dari menerima sinyal dari badan kita ,sampai proses pemahaman, analisa, membuat keputusan sampai melakukan gerakan motorik.
Otak manusia bila dicermati memiliki tiga bagian penting yaitu :
Bagian pertama : .
Kulit otak ( cortex cerebri ) yang berada di bagian luar otak yang merupakan basis dari aktifitas yang berkaitan dengan kamampuan manusia untuk berfikir secara rasional
Bagian Kedua :
Yaitu sistem limbik dan bagian tengah otak yang masih sangat misterius. Bagian ini sangat bertanggung jawab terhadap fungsi luhur yang sangat berhubungan erat dengan emosi seseorang Seperti sikap adil, jujur, pemaaf mencintai sedih gembira dan menderita.
Sistem limbik ini juga mengatur alam bawah sadar yang menyimpan memori seperti kebaikan keburukan atau sikap manusia yang dianggap baik maupun buruk.
Bagian Ketiga :
Bagian pada batang otak dan otak kecil ,pada bagian ini sangat terkait dengan fungsi dasar kehidupan. Pada bagian inilah proses pengaturan denyut jantung, pernafasan, tekanan darah, termasuk pengaturan keseimbangan serta kehalusan melakukan gerakan.
Dari bagian otak tersebut diatas yang ditinjau secara global ada beberapa bagian didalam otak yang memiliki peran sangat penting yaitu :
Thalamus, Bagian yang terdapat di otak depan yang berfungsi mengatur proses masuknya informasi dari luar otak ke kulit otak, mengatur prose terjadinya gerakan organ tubuh melalui kombinasi kulit otak dan otak kecil.
Hypothalamus. Posisi dibawah thalamus, Bagian untuk mengatur kestabilan suhu badan.rasa lapar dan haus, kegiatan seksual, pertumbuhan dan mentruasi bagi perempuan yang dikendalikan secara hormonal.
Hippocampus. Bagian untuk menyimpan memori rasional, seperti ingtan jangka pendek. Bagian ini bentuknya mirip huruf C dan berada di tengah otak Dibagian inilah yang memberikan pertimbangan rasional terhadap fungsi luhur manusia.
Neorotransmiter. Ini zat kimia di dalam otak yang berfungsi membawa pesan antar sel saraf
Dengan gambaran tersebut diatas maka sebenarnya kegiatan atau kehidupan manusia dikendalikan oleh jaringan otak.
JIWA MANUSIA
Jiwa adalah sosok non fisik yang berfungsi dan bersemayam di tubuh manusia yang bertanggung jawab terhadap kemanusiaannya.Eksistensi jiwa terbentuk ketika ia bergabung dengan fisiknya dan akan tidak berfungsi ketika terpisah dari badannya. Jiwa dan fisik adalah sisi yang berbeda seperti mata uang dimana keduannya akan berfungsi secara bersama sama.
Ada pendapat yang mengatakan jiwa ya sama dengan ruh manusia namun demikian menurut hemat kami ternyata memang ada perbedaan. Ruh manusia skalanya lebih luas dari jiwa wilayah cakupan ruh meluas sampai kecakupan infrastruktur dalam tubuh manusia sampai yang terkecil yaitu sel dan ruh mengatur dasar kehidupan. Sedangkan jiwa adalah jaringan yang bekerja pada sistem kerja ruh, sehingga jika ruh tidak berfungsi maka jiwa tidak akan berfungsi , namun jika jiwa tidak bekerja ruh akan tetap bisa berfungsi
Ruh adalah yang memiliki pengaruh paling besar karena ia berpengaruh pada kerja jiwa dan badan sekaligus. Jika roh tidak berfungsi maka jiwa dan badan tidak berfungsi alias mati.
Jiwa memiliki pengaruh terhadap badan, tapi tidak memiliki pengaruh terhadap ruh, Jika jiwa kita kuat maka badan kita juga akan kuat dan jika jiwa kita lemah maka badan lemah, namun lemahnya badan tidak sampai nol melainkan sampai pada fungsi dasarnya yang menjadi wilayah kekuasaan ruh.
Misalnya seseorang mengalami pingsan karena sesuatu hal, pingsan adalah pengaruh jiwa, sedangkan badan tidak mati karena ruh masih bekerja.. Jadi jiwa adalah akibat, bukan penyebab. Penyebab utama adalah masuknya ruh ke dalam badan kemudian muncullah jiwa sebagai interaksi antara ruh dengan badan.

source: Menyelami JIWA DAN RUH  oleh   AGUS MUSTOFA    2007, 246 Halaman  

 

 

Sujud bikin cerdas

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Monday, 11 May 2009 14:59 Written by Administrator Thursday, 07 August 2008 04:27

Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan?
Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!
Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai
menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk
menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun
menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya
di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan
aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga
aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya
pada tubuh bagian atas.
RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila
diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala
lurus dengan tulang belakang. Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung 
sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I''TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan
setinggi telinga. Manfaat: I''tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud.
Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan,lutut,ujung kaki, dan dahi
pada lantai. Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung
di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak.
Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan
tuma''ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya diotak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir).
Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf
nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang
sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih
(urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika
dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki
pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut
meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang
menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah
di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit
wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik
diri wanita luar-dalam..  

 

source: SUJUD DALAM SHALAT BIKIN CERDAS I  oleh   SEFRIZAL    2007  

 

 

Konsep Kerja Cerdas

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Monday, 11 May 2009 15:08 Written by Administrator Thursday, 07 August 2008 02:28

Oleh : Ubaydillah, AN

Mula-mula ekonom Itali  bernama Vilfredo Pareto (1848 - 1923) itu baru setengah kaget dengan hasil penelitiannya. Bahwa 80% kekayaan negara hanya dinikmati oleh  20% kelompok tertentu dari penduduk. Dengan kata lain, 80% dari penduduk hanya berkesempatan menikmati 20% dari kekayaan negara. Katakanlah kalau diasumsikan jumlah penduduk seluruhnya mencapai 100 juta jiwa, berarti hanya 20 juta jiwa yang kaya raya dengan mendapat 80% kekayaan negara. Sisa penduduk yang berjumlah 80 juta jiwa hidup pas-pasan karena kue negara yang hanya 20% harus dibagi-bagi. Karena setengah kaget dengan hasil penelitian tersebut, Pareto kemudian mengadakan penelitian di lain negara, ternyata hasilnya sama atau hampir sama.  

Hasil penelitian Pareto ini sejak tahun 1897 akhirnya diresmikan menjadi sebuah rumus atau formula dengan berbagai macam nama: Pareto Principle; The Pareto Law; The 80/20 rule; The Principle of Least Effort; atau The principle of  Imbalance. Konon karena Pareto dinilai kurang artikulatif dalam menjajakan temuannya ini berdasarkan perkembangan metodologi dan konteks penelitian, akhirnya mendorong para pakar  untuk ikut terjun  melengkapi rumus atau temuan yang dinilai sangat berguna bagi pencerahan peradaban manusia ini. Tahun 1949, George K  Zipf, seorang professor dari Harvard University,  mengembangkan wilayah penelitian dengan menjadikan temuan Pareto sebagai acuan. Hasilnya bahwa manusia, benda-benda, waktu, keahlian, atau semua alat produksi telah memiliki aturan alamiah yang berkaitan antara hasil dan aktivitas dengan jumlah perbandingan mulai dari 80/20 atau 70/30. Contoh:  Karena dianggap memberi pencerahan,  rumus tersebut lalu diterapkan ke dalam pengembangan pribadi . Ternyata para pakar di bidangnya masing-masing menemukan sesuatu yang kira-kira sama dengan temuan Pareto. Artinya jika bicara hasil, ketepatan proses, dan kualitas maka hal-hal tersebut erat hubungannya dengan how well atau how good are you doing,  bukan how often dan how long.

Dengan kata lain hasil yang diperoleh ditentukan sejauhmana anda bisa bekerja secara cerdas. Beberapa contoh: Dalam dunia bisnis, untuk merebut pasar anda harus berpikir minimalistis dalam arti ketepatan strategi yang tidak melebihi kebutuhan pasar. Artinya temukan 20% dari strategi yang bisa merebut 80% daya tarik pasar dengan memberi 80% premiun solusi kepada 20% pelanggan setia. Jangan mengobral strategi yang justru menghabiskan 80% cost padahal hanya akan menciptakan 20% rate of return (Mack Hanan, dalam Fast Growth Strategy, McGraw-Hill International, Singapore, 1987).  

Penelitian dalam hal efektivitas dan efisiensi  waktu menemukan bahwa 80% prestasi seseorang di bidang apapun diraih dari  20%  waktu yang dikeluarkan. Dan 80% kebahagian hidup ditentukan dari 20% waktu yang digunakan untuk mencarinya. Tanyalah pada diri anda, berapa jumlah waktu yang benar-benar anda gunakan dalam kaitan dengan tujuan anda pergi ke kantor selain waktu macet, ngobrol, atau melamun, atau membicarakan persoalan lain dengan kawan kerja? Jika jawaban anda ternyata menggunakan rumus yang sebaliknya maka anda tidak memiliki perbedaan dengan orang lain dan itu sama artinya bahwa anda belum menerapkan cara kerja cerdas.  

Aplikasi Kerja Cerdas  Sebagai bangsa yang agamis sekaligus kaya budaya leluhur, sebenarnya seruan kerja cerdas ini bukanlah barang baru. Tetapi persoalannya lagi - lagi berupa tools yang tidak di-update.  Selain disampaikan dengan "bahasa langit" yang seringkali menafikan proses pemahaman secara ilmiah dan alamiah  pun juga tidak dilakukan elaborasi kontekstual. Akibatnya pemahaman tentang ajaran agama dan budaya hanya bekerja pada persoalan yang bersifat minoritas dalam kehidupan nyata. Sebelum Pareto mengumumkan hasil penelitiannya dengan formula 80/20, kita sudah diajarkan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan mubazir atau yang tidak perlu. Sayangnya, ajaran mubazir yang kita pahami hanya sebatas kalau kita membuang makanan yang tersisa. Amat jarang kita berpikir mubazir secara profesi, ekonomi, atau strategi. Untuk menjauhkan diri dari tindakan yang mubazir dalam kaitan dengan realisasi kerja cerdas harus dimulai dari langkah-langkah berikut: 

1.  Fokus pada skala pengembangan   Jika anda yakin bahwa diri anda memiliki keunggulan atau bakat alamiah, disamping memiliki kelemahan yang diakibatkan oleh faktor heriditas atau lingkungan, maka yang benar-benar anda butuhkan adalah  hidup dengan keunggulan tersebut secara cerdas (living with the advantage competitive factors). Hanya jika anda menemukan strategi hidup dengan keunggulan, maka anda akan keluar dari batas rata-rata prestasi lingkungan. Sebelum itu, paling maksimal yang bisa anda capai adalah kualitas hidup seperti orang lain atau  seperti yang diraih oleh sepuluh orang yang anda kenal  paling dekat.  Lalu ke mana keunggulan tersebut diarahkan? Jelas, keunggulan itu harus diarahkan untuk mengoptimalkan apa yang disebut dalam rumusan Pareto dengan 20% of determining factors (factor penentu). Oleh karena itu, temukan apa saja yang menjadi faktor penentu keberhasilan anda dari sekian daftar kegiatan yang anda lakukan dalam hidup. Tinggalkan hal-hal yang tidak perlu dan fgokuskan hanya pada hal-hal yang berpotensi untuk pengembangan diri.  

2.  Berani Berkorban   Di dalam dunia yang sebesar ini terdapat sekian banyak "persoalan kecil" yang kalau anda tidak berani berkorban untuk memaafkannya bisa jadi persoalan itu akan mendominasi muatan pikiran anda yang akhirnya bisa  membuat anda melupakan  sisi keunggulan, cita-cita, fokus pengembangan diri, dan lain-lain. Contoh yang paling sederhana dan sering terjadi di depan mata kita adalah ketika sedang di jalan raya. Di luar dari persoalan tabrakan serius, terkadang hanya karena mobilnya tersenggol sedikit saja orang rela membuang banyak waktu dan kebahagiannya pergi ke kantor. Bahkan bisa berkembang ke arah baku hantam. Padahal kalau dimaafkan (mau berkorban sedikit dengan kehilangan uang beberapa ratus ribu saja untuk memperbaiki mobil yang lecet), maka semua urusan selesai.   Auditlah pikiran anda, persoalan apa saja yang kalau anda memaafkannya tidak akan merugikan anda secara misi atau visi dan tidak mengganti isi pikiran anda dengan muatan negatif. Untuk mengetahui apakah persoalan yang sedang anda hadapi tidak akan merugikan anda , gunakan standard audit berikut:  

o    Apa saja yang menurut anda menjadi prioritas utama dalam kehidupan.

o    Apa saja yang menurut anda didefinisikan sebagai persoalan penting dan tidak penting.

o    Apa saja yang menurut anda didefinisikan sebagai persoalan darurat dan tidak darurat yang bisa jadi tidak penting dan tidak prioritas.

o    Apa saja yang menurut anda didefinisikan sebagai persoalan "sampah" - tidak penting, tidak mendesak dan bukan prioritas utama. Namun dalam hal ini anda perlu menyeleksi secara ketat dan hati-hati, sebab bahayanya kalau anda secara mudah memasukan persoalan ke tong sampah ini maka anda bisa terjebak untuk meninggalkan misi atau fokus hidup hanya karena alasan mempertahankan posisi atau kondisi yang ada. Jika anda terjebak maka akhirnya rumus yang terjadi bukanlah 80/20 tetapi sebaliknya.   

3.  Membuat Sekat Pembatas   Pada akhirnya anda harus menentukan batasan-batasan tentang apa yang ingin dicapai, bagaimana mencapainya, apa modal yang dimiliki, dan akan kemana anda mengarahkan hidup anda. Dalam proses inilah terjadi seleksi dan pengecualian. Dari sekian luas dunia dan isinya, apa saja yang telah anda seleksi menjadi hal yang benar-benar anda inginkan sesuai format pondasi personal anda seperti: kiblat hidup, cita-cita, tujuan, target dan tindakan.  Semakin jelas anda memiliki format seleksi dan pengecualian, fokus pada pengembangan diri diiringi keberanian berkorban dengan memahami,  mengakui, membuang sesuatu yang tidak dibutuhkan dalam diri anda,   maka  akan semakin jelas wilayah dunia yang menjadi "hak" anda sehingga semakin tersimpulkan apa yang menjadi determining factors to success itu. Artinya faktor penentu semakin sedikit dan semakin sederhana dan biasanya yang sederhana itu justru akan bisa bekerja optimal. Sementara yang cenderung pelik, ruwet dan kompleks biasanya mandul.

Semoga berguna.

 

   

Penyaluran Emosi Islam yang positif

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Last Updated on Monday, 11 May 2009 15:18 Written by Administrator Tuesday, 05 August 2008 08:11

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo

Ajaran Islam dapat menimbulkan sikap dan penalaran yang rasional. Selain itu juga dapat menyebabkan sikap dan pemikiran emosional. Kombinasi tepat dari kuatnya rasio dan halusnya emosi telah menghasilkan peradaban Islam yang begitu tinggi di masa lalu. Namun kemudian nampaknya kombinasi rasio dan emosi yang tepat itu kurang dapat dipelihara oleh umat Islam. Peradaban Islam mundur dan menjadi bagian dari sejarah, bukan lagi kenyataan yang ada dalam kehidupan bangsa di duna. Malahan sekarang pada abad ke 21 di antara bangsa-bangsa yang miskin banyak sekali terdapat bangsa-bangsa Islam. Sebaliknya, di antara bangsa yang tergolong maju dan sejahtera dewasa ini sukar ditemukan bangsa Islam atau bangsa yang mayoritas penduduknya Muslim.

Indonesia sebagai bangsa dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia juga termasuk yang masih miskin dan kurang maju dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam ekonomi dan pendidikan. Yang dapat kita lihat adalah bahwa kebanyakan Muslim Indonesia lebih banyak bersikap dan berpikir emosional dan sukar sekali bersikap rasional. Bahkan yang menganggap dirinya sebagai penganut ajaran Islam yang paling teguh justru bukan main emosionalnya sehingga amat sering menunjukkan sikap dan pandangan yang kurang masuk akal bagi rata-rata orang yang berpikir wajar. Padahal agama Islam mengajarkan untuk memelihara rasio dan emosi secara harmonis.

Terutama sekarang tampak sekali betapa sebagian umat Islam Indonesia kurang dapat memelihara harmoni antara rasio dan emosi. Memang kita harus memelihara solidaritas dengan sesama umat Islam di dunia, termasuk di Afghanistan yang sekarang diserang secara tidak adil oleh AS. Akan tetapi solidaritas itu tidak berarti bahwa kita tidak memikirkan dan menterlantarkan kehidupan bangsa Indonesia sendiri. Kalau berbagai tindakan untuk menunjukkan solidaritas itu mengakibatkan bangsa Indonesia tidak kunjung dapat mengatasi kondisi ekonominya yang sedang terpuruk setelah Krisis Ekonomi, umpama saja berdemo tanpa akhir, maka itu adalah sikap yang justru merugikan masa depan Islam. Sebab Indonesia yang dapat berbuat banyak untuk kemajuan Islam adalah Indonesia yang maju, sejahtera dan kuat, bukan Indonesia yang lemah dan miskin serta rakyatnya yang bagian terbesar Muslim kurang mengalami pendidikan yang bermutu. Malahan Indonesia yang dikenal di dunia sebagai bangsa dengan penduduk Muslim terbanyak, menjadi ukuran pandangan dunia terhadap masa depan Islam. Kalau Indonesia maju, sejahtera dan kuat serta menunjukkan kehidupan yang demokratis, dikuasai hukum dan keadilan sosial, maka itu akan membuat pandangan dunia yang positif sekali terhadap Islam.

Oleh sebab itu perlu kita usahakan penyaluran yang positif dari emosi yang sedang begitu kuat meliputi umat Islam di Indonesia, khususnya pada mereka yang nampaknya sudah kehilangan pedoman tentang pentingnya harmoni antara rasio dan emosi.

Para pemimpin Islam harus dapat menyadarkan umatnya bahwa kemajuan Negara kita Republik Indonesia adalah syarat yang amat penting bagi masa depan Islam di dunia. Menjalankan ajaran Islam berarti bersikap Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan di dalam ketaqwaan itu rasa cinta Tanah Air Indonesia harus mempunyai tempat utama. Sebaliknya ketaqwaan tanpa rasa cinta Tanah Air merupakan satu kekurangan yang amat mengabaikan ajaran agama Islam.

Kemudian emosi yang begitu kuat sekarang ini hendaknya dicurahkan untuk menjalankan berbagai tindakan dan usaha untuk membuat Tanah Air Indonesia yang kita cintai makin maju dalam segala bidang. Dan bukannya emosi itu ditumpahkan untuk perbuatan dan tindakan yang destruktif atau kurang mempunyai dampak pada perbaikan and kemajuan. Sekarang emosi itu nampak sekali ditumpahkan untuk berbuat kekerasan dan penghancuran sebagai ekspresi peluapan kemarahan. Atau untuk menjalankan demo dan berorasi yang mungkin ada manfaatnya apabila dilakukan secara terarah dan karena itu juga terbatas. Akan tetapi kalau kerjaan sehari-hari hanya orasi dan demo, sedangkan dalam orasi yang dinyatakan yang itu-itu saja, maka itu semua membuat manusia makin jauh dari nalar dan akal sehat.

Emosi yang kuat dapat disalurkan secara positif ketika digunakan untuk melakukan perbuatan membangun sesuatu, umpama saja membangun perairan yang berguna bagi kaum petani. Juga dapat disalurkan untuk menimbulkan sikap dan rasa sosial yang mendalam secara luas dengan melakukan usaha bersama menegakkan disiplin sosial yang sekarang begitu ambruk. Sebagai contoh dapat kita lihat bahwa di AS kaum Muslim di berbagai tempat amat efektif untuk melawan penjualan dan pemakaian narkoba, menyembuhkan penderita narkoba melalui treatment yang keras disiplinnya. Hal itu justru telah menimbulkan penghargaan pihak non-Muslim.

Yang amat penting dan sangat berguna bila dapat dilakukan adalah menyalurkan emosi yang kuat untuk membentuk semangat dan sikap tahan uji guna membangun Usaha Kecil dan Menengah. Berkembangnya UKM sangat besar artinya bagi kekuatan ekonomi nasional dan ekonomi rakyat. Sebagai contoh adalah Jepang yang kuat ekonominya bukan karena sogo shosha seperti Mitsubishi, Mitsui atau Sumitomo yang memang perusahaan raksana, tetapi kekuatan ekonomi Jepang justru terletak pada UKM yang begitu luas dan kuat dalam masyarakat. UKM itulah penyedia lapangan kerja utama dan meningkatkan daya beli rakyat, sehingga produksi dalam negeri selalu terbeli oleh masyarakat. Dengan begitu produksi terus berkembang. Namun di Indonesia UKM masih sangat terbatas jumlahnya dan lemah kondisinya, baik yang berupa koperasi maupun swasta. Kalau UKM luas dan kuat, maka dengan sendirinya ekonomi umat Islam Indonesia akan menjadi kuat. Akan tetapi pembangunan UKM membutuhkan semangat yang kuat untuk berhasil serta keuletan dan tahan uji menghadapi berbagai persoalan. Hal itu juga dihadapi UKM Jepang dan karena itu semangat dan keuletan rakyat Jepang begitu tinggi. Sebab itu penyaluran emosi untuk membangun semangat dan keuletan usaha amat penting bagi masa depan umat Islam di Indonesia.

Emosi yang dapat menumbuhkan cinta Tanah Air yang kuat dapat pula disalurkan untuk meningkatkan daya saing yang positif. Kita lihat Korea Selatan yang begitu membenci Jepang karena telah menjajahnya dari tahun 1910 hingga 1945. Namun kebencian terhadap Jepang justru disalurkan untuk melakukan segala hal yang tidak mau kalah dari Jepang, sebaliknya mau unggul. Ibu kota Seoul dibangun mirip Tokyo untuk kemudian mengungguli Tokyo. Pendidikan sekolah di Korea mengejar hasil yang dapat mengalahkan hasil pendidikan di Jepang. Perusahaan besar Korea seperti Hyundai atau Samsung dibangun untuk mengalahkan Mitsubishi dan perusahaan Jepang lainnya. Dalam olahraga sepakbola Korea harus menang dari kesebelasan Jepang. Maka kalau Front Pembela Islam mendidik penganutnya untuk membenci Amerika, maka hendaknya kebencian itu dicurahkan untuk kebesaran dan kemajuan Indonesia. Mereka diajak untuk melakukan berbagai hal yang lebih baik dari apa yang dilakukan Amerika. Tidak hanya di medan tempur, tetapi juga dalam ekonomi, dalam pendidikan, dalam olah raga, dan lainnya. Tidak hanya dididik membakar bendera AS atau merusak perusahaan Amerika, karena merusak jauh lebih mudah dari membangun dan justru merugikan Tanah Air Indonesia. Khususnya usaha perbaikan pendidikan umat Islam dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi modern amat penting bila hendak mengalahkan Amerika. Jepang baru dapat mengalahkan bangsa Eropa, yaitu bangsa Russia, pada tahun 1904, setelah Jepang mengadakan pendidikan meluas bagi rakyatnya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Sebab Jepang sadar bahwa kekuasaan Barat terletak dalam keunggulannya dalam dua bidang itu yang kemudian membuat ekonominya serta militernya juga unggul. Bahkan setelah dalam Perang Dunia Kedua Jepang dikalahkan AS, Jepang mula-mula amat menurut kepada kehendak AS untuk memperoleh kesempatan menguasai keunggulan AS, yaitu manajemen industri. Setelah Jepang berhasil menguasai manajemen industri, yaitu Total Quality Control yang justru diperoleh dari guru Amerika, baru Jepang bangkit kembali dan kemudian industrinya mengalahkan AS, khususnya elektronika dan otomotif.Inilah hal-hal yang perlu diperhatikan agar emosi yang sekarang begitu kuat meliputi sebagian umat Islam Indonesia dapat menjadi positif bagi kemajuan Islam dan bukannya malahan membakar diri sendiri.

 

   

Page 2 of 2